SOCIAL MEDIA

Minggu, 05 November 2017

Speech Delay dan Terapi Wicara di rumah


Sejak Mike umur 3 bulan, saya dan Mike pindah ke Makassar ikut suami. Jadi sehari-hari saya dan Mike di rumah ya berdua aja. Kebetulan di komplek perumahan penghuninya juga nggak terlalu banyak. Jadi misal keluar rumah pun jarang ketemu anak kecil.

Karena di rumah nggak pakai ART, jadi waktu momong Mike saya sambi-sambi dengan masak dan bersih-bersih rumah. Apalagi dengan peran baru sebagai seorang ibu, saya pun masih dalam proses belajar bagaimana merawat bayi supaya tumbuh kembangnya baik.

Tumbuh kembang ini antara lain pertumbuhan dari segi gizi yang didapat lewat makanan dan perkembangan yaitu kemampuan sensorik-motorik, bahasa, dan sosial.

Secara teori sebenernya saya ngerti ya tahap-tahap tumbuh kembang bayi, misalnya tahap memberi MPASI, umur segini harus udah bisa apa, karena dulu saya memang sering baca-baca artikel.

Kenyataannya, teori itu memang mudah, tapi prakteknya luar biasa susah. Karena yang kita hadapi itu anak, yang punya kehendak bebas, bukan robot yang bisa diatur semau kita.

Saya sadar banget waktu Mike umur 18 bulan, kok dia belum bisa panggil papi mami ya. Bahkan 1 kata yang ada artinya aja belum.

Mike waktu itu cuma bisa bilang "ti..ti..ti" kalau menunjuk sesuatu. Sempat membandingkan juga dengan anaknya temen. Anak dia udah bisa ngomong cas cis cus, kok anak saya belum.

Ya mungkin karena waktu di Makassar Mike kadang saya tontonin film kartun di tv sementara saya masak atau bersih-bersih. Atau mungkin juga saya memang kurang mengajak bicara Mike. Atau sudah cukup bicara tapi tidak dengan artikulasi dan intonasi yang tepat alias bicaranya terlalu cepat.

Jadi sebenernya umur sekian tuh anak-anak udah harus bisa ngapain apa aja sih? Berikut ini saya rangkum tahapan perkembangan anak dari web IDAI.

0-6 bulan
Bayi mulai bisa membuat suara-suara seperti aah, uuh, yang dikenal dengan istilah cooing. Mendekati usia 6 bulan, dari cooing berangsur menjadi babbling seperti papapapa, dadadada. Menyukai mainan yang bersuara.

6-12 bulan
Mengucapkan kata sederhana seperti papa dan mama, menirukan kata yang didengarkan. Menengok bila namanya dipanggil, menunjuk ketika ingin sesuatu, melambaikan tangan.

12-18 bulan
Mengucapkan 3-6 kata tanpa arti, mengangguk dan menggelengkan kepala ketika menjawab pertanyaan.

18-24 bulan
Bisa membuat kalimat yang terdiri atas 2 kata (mama mandi, naik sepeda) dan bisa mengikuti perintah 2 langkah.

2-3 tahun
Udah biasa menggunakan kalimat 2-3 kata dan dapat dipahami orang lain. Udah mengenal warna dan senang bernyanyi.

3-5 tahun
Bisa menyebutkan nama, umur, jenis kelamin. Bisa membuat 1 kalimat 4 kata. Udah bisa menceritakan dengan lancar hal-hal yang dialaminya.


Saya mencoba meyakinkan diri bahwa tumbuh kembang anak itu beda-beda. Ada yang cepat dan ada yang lambat. Dan sejauh ini nggak ada yang salah dengan Mike kok. Semuanya normal, dia cuma belum bisa ngomong.

Sampai akhirnya bulan Desember 2016 kami pulang ke Jogja, waktu itu Mike batuk pilek. Jadi kami kontrol ke dokter spesialis anak langganan kami yaitu Prof. dr. Sutaryo yang praktek di seberang Ambarukmo Plaza, Yogyakarta.

Melihat kemampuan bicara Mike yang saat itu umur 21 bulan tapi belum bisa bicara 1 kata pun, Prof Taryo mengatakan bahwa Mike ada indikasi terlambat bicara (speech delay).


Speech Delay

Untuk konsultasi tentang speech delaynya kami disarankan ke Klinik Tumbuh Kembang Anak di RS dr. Sardjito untuk mengidentifikasi penyebab keterlambatan bicaranya dan solusinya seperti apa.

Saat konsultasi Mike disuruh main mainan yang ada di situ dan dokter  mengamati kemampuan sensorik-motoriknya. Sementara itu, saya juga disuruh mengisi form tentang aktivitas sehari-hari Mike misalnya udah bisa pakai celana sendiri atau belum.

Langkah selanjutnya adalah tes BERA untuk mengidentifikasi apakah Mike memiliki gangguan pendengaran yang menyebabkan keterlambatan bicaranya.

Hasil tes menunjukkan pendengarannya baik-baik aja kok. Jadi dari hasil pengamatan dokter dan hasil tes semuanya, Mike hanya mengalami speech delay aja yang mungkin disebabkan kurangnya stimulasi.


Konsultasi di Klinik Tumbuh Kembang

Untuk mengatasi speech delaynya, Mike dianjurkan untuk ikut terapi wicara di Klinik Tumbuh Kembang RS dr Sardjito. Antriannya cukup panjang, padahal udah datang pagi tapi kami baru masuk jam 2 siang.

Konsultasi hari itu terapis hanya melakukan pengamatan dan penilaian aja. Kemudian untuk kedatangan selanjutnya saya disuruh membawa sikat gigi isi 3 yang ujung sikatnya beda-beda, baby oil, matras/kain untuk alas.

Karena antrian yang panjang, saya berpikir dua kali untuk terapi di situ. Kasian Mike pasti capek kelamaan di RS. Begitu juga Matthew kasian kalau saya tinggal kelamaan di rumah. Saya pikir saya harus cari klinik lain yang lebih fleksibel waktunya.

Untungnya saya dapat info ada terapi wicara di Klinik Idola di Jalan Amerta IV, Sinduadi, Sleman, Yogyakarta (0274 867312). Tepatnya di belakang area parkir Monumen Jogja Kembali.

Kliniknya buka hanya dari jam 13.00-17.00 aja. Dan sifat klinik ini memang bukan untuk komersil ya, tapi lebih ke sosial jadi biayanya pun lebih murah dibanding klinik lain. Biaya sekali terapi yaitu sebesar Rp 75.000,-. Kalau di RS dr. Sardjito sekali terapi sebesar Rp 100.000,-.

Konsultasi pertama Mike harus melalui proses pengamatan dan penilaian lagi oleh terapis, nggak bisa langsung mulai terapi. Dan sama dengan di RS dr. Sardjito, tiap kali terapi harus bawa sikat gigi isi 3 dan baby oil.

Lamanya terapi kurang lebih 1 jam tapi saya nggak boleh masuk. Alasannya masuk akal sih, kalau saya ikut masuk pasti Mike nggak bisa mandiri. Dia pasti maunya sama saya terus.

Di RS dr. Sardjito dan di klinik lain juga sama ya, orang tua nggak boleh ikut masuk selama anak terapi. Jadi kita sebagai orang tua harus tega kalau anak nangis dan harus percaya sama terapisnya. Toh ini untuk kebaikan anak kita juga.


Terapi Wicara di Rumah

Mungkin ada yang bertanya-tanya ya,  sikat gigi isi 3 dan baby oil itu untuk apa.
Sikat gigi isi 3 yang saya pakai ini merk Pigeon dan bisa dibeli dengan mudah di toko perlengkapan bayi. Ketiga sikat ini punya fungsi yang berbeda ya.


Sikat A untuk menyikat gusi dan pipi bagian dalam.
Sikat B untuk menyikat langit-langit dan lidah.
Sikat C untuk menyikat gigi biasa.

Semuanya berguna untuk menstimulasi kemampuan artikulasi bicara.

Berikut ini video tutorial sikat giginya. 




Kemudian baby oil ini gunanya untuk memijat area pipi dan mulut. Fungsinya juga sama untuk menstimulasi kemampuan bicaranya.


Pijatnya harus agak ditekan ya, jangan terlalu lembut karena kan memang gunanya untuk menstimulasi.

Jadi jangan heran kalau awal-awal dipijat pasti anak-anak nangis kejer dan berontak. Kita sebagai ibu harus tega, nggak boleh keder denger tangisan anak.

Berikut ini video tutorial pijatnya.




Sikat gigi dan pijat ini nggak cuma dilakukan di klinik ya, tapi tiap pagi atau sore sehabis mandi bisa dilakukan sendiri di rumah.


Terapi lain yang bisa kita lakukan sendiri di rumah yaitu menggunakan kartu bergambar. Ini pasti banyak yang jual ya di toko buku.


Kita pakai 2 gambar aja, misalnya buah. Caranya begini :

"Mike, ini semangka. Se-mang-ka."

"Yang ini melon. Me-lon."

Kemudian kita tanya, "Mike, semangka yang mana?" Biarkan anak untuk memilih.

Proses ini diulang terus tiap hari. Sehari bisa 2 atau 3 kali. Dan nggak usah banyak jenis, tapi 1 jenis dulu kayak buah. Kalau udah bisa baru ganti yang lain.

Selain terapi di atas, tips yang perlu dilakukan adalah :

1. Jangan gampang kasih anak apa yang dia minta. Biarkan anak mencoba mengungkapkan apa yang dia inginkan.
2. Sering-sering ajak nyanyi lagu anak-anak.
3. Sering-sering bacakan buku cerita.
4. Sepakati dengan keluarga, gunakan 1 bahasa aja di rumah, yaitu bahasa Indonesia. Jangan campur dengan bahasa Jawa atau bahasa Inggris.
5. Minimalkan nonton tv dan gadget.


Terapi ini saya dan Mike lakukan selama kurang lebih 2 bulan, dan puji syukur nggak lama setelah Mike ulang tahun yang kedua, dia udah bisa panggil papi dan mami. Akhirnyaaa, ku bahagia tak terkira, hehehe.

Saat ini, sampai umur 2,5 tahun Mike udah bisa ngomong banyak kosa kata. Tapi dia masih agak kesulitan merangkainya dalam kalimat. Jadi dia belum bisa ngomong 1 kalimat 3 kata. Harapan saya tahun depan Mike udah lebih pinter lagi.


Poin yang mau saya tekankan di sini adalah :

1. Amati perkembangan bicara anak sejak dini.

Tumbuh kembang anak itu memang beda-beda. Tapi jangan menganggap remeh bahwa "nanti kalau udah waktunya pasti bisa kok". Stimulasi itu penting, kalau ada yang nggak beres langsung konsultasi ke dokter apa yang harus dilakukan.

2. Being a tough mother

Saya dulu sering menyalahkan diri sendiri, malu, dan merasa gagal menjadi seorang ibu. Tapi ingat-jngat lagi, (maaf) mungkin di luar sana ada anak yang tidak seberuntung anak kita. Jadi, hargai dan syukuri seperti apapun kondisi anak kita, bahwa setiap anak itu unik. Di balik kekurangannya pasti ada kelebihannya.

3. Enjoy the process

Bolak balik ke klinik untuk terapi itu adalah proses yang kadang melelahkan. Ditambah lagi terapi di rumah. Mungkin nggak hanya anak yang capek dan jengkel, tapi kita sebagai ibu juga kadang menantikan kapan anaknya akan bisa bicara. Saya cuma bisa bilang nikmati prosesnya dan percayalah bahwa kesabaran akan membuahkan hasil.


Demikian yang bisa saya bagikan dari pengalaman saya. Semoga bermanfaat yaa.

54 komentar :

  1. Keren bun...tulisannya ..love...love...love..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Trims mba dewi ❤️ Mba dewi selalu jadi inspirasi saya, kalo inget mba dewi jadi malu buat mengeluh

      Hapus
  2. Big hugs untuk mb Inge dan Mike...love you all ��

    BalasHapus
    Balasan
    1. Thank you mba ika 😊❤️ Trims yaa udah berkunjung

      Hapus
  3. Ya ampun kak, makasih sharingnya yaa.. Walaupun aku belum menikah dan memiliki anak, tukisan ini penting banget untuk di baca buat para ibu dan calon ibu.. Semoga perkembangan mike makin bagus yaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amiin mba, trims yaa udah berkunjung 😊🙏🏻

      Hapus
  4. Suka dengan tulisannya, apalagi bagian akhirnya bagaimanapun sebagai orang tua harus enjoy dengan prosesnya ya nggak boleh jenuh demi tumbuh kembang anak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa mba, walaupun memang yg namanya proses itu pasti nggak enak.
      Trims yaa udah berkunjung 😊🙏🏻

      Hapus
  5. Saya sering menyimak tentang terapi speech delay ini di akun IGnya @winatalia, istrinya Anji. Karena anak bungsunya juga sedang mengikuti terapi tersebut.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oya? Baru tau aku mba, thanks infonya ya nanti aku ceki2

      Hapus
  6. saya baru tahu cara terapi speech delay itu seperti apa dari postingan mbak Inge. btw, tetap semangat ya mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amiin, trims yaa mba udah berkunjung 😊🙏🏻

      Hapus
  7. Saya juga lagi deg2an nih...dah 14bln anaknya masih babbling.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semangat untuk stimulasi anak ya mba, bacakan buku cerita dan ajak nyanyi

      Hapus
  8. Nah plek ketiplek kayak anakku niih. Postingannya juga masalah oral motor juga :D Sikatnya juga sama hihi. Semoga selalu sehat mike :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe iya mba kok bisa samaan postingannya di hari yg sama pula
      Amiin, sehat selalu juga buat anaknya yaa mba 😘

      Hapus
  9. ohh begitu ya, masing masing sikat gigi memiliki bermacam-macam fungsi ya, saya taunya hanya sikat gigi biasa hehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa mba, sejak terapi juga saya baru tau ada sikat gigi macem2 hehe

      Hapus
  10. Kata sepupuku yang paham tumbuh kembang anak, katanya anak laki-laki cenderung progress nya lama.
    Tapi kan ya namanya ortu wajar klo cemas ya mba.
    Aku baru tau ada terapi nya, tfs ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe iyaa mba, banyak yg bilang kalo cewe itu lebih cepet ngomongnya ya. Bener pasti khawatir kalo soal anak
      Trims udah berkunjung yaa 😊🙏🏻

      Hapus
  11. Saya juga mengalaminya Mbak Inge.. Selalu diberikan kemudahan yaa Mbak Inge..semangat Mbak��

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oya kah mba? Semoga selalu sehat buat anaknya ya mba
      Amiin, trims yaa udah berkunjung 😊🙏🏻

      Hapus
  12. Semangattt ya mba. Salam buat anaknya ��

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amiiin, trims yaa mba udah berkunjung 😊🙏🏻

      Hapus
  13. makasih sharing-nya mbak. membantu banget nih buat saya. anak saya umurnya 10 bulan dan rada takut juga sih kalau dia ntar speech delay. peer banget kayaknya buat saya dalam hal rajin membacakan buku untuknya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa mba, sering2 bacakan buku cerita dan ajak nyanyi yaa
      Trims udah berkunjung 😊🙏🏻

      Hapus
  14. Makasih Mbaà tulisannya sangat bermanfaat buat new mom kayak saya;) semoga Mike sehat selalu dan makin pinter

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amiin, trims mba udah berkunjung 😊🙏🏻

      Hapus
  15. Hmm tipsnya bisa dicoba nih buat anakku yg mau 2th. Terimakasih ya sudah berbagi :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama2 mba, sehat selalu yaa buat anaknya
      Trims udah berkunjung 😊🙏🏻

      Hapus
  16. Balasan
    1. Sama2 mba, trims yaa udah berkunjung 😊🙏🏻

      Hapus
  17. Saya dulu juga sempat khawatir anak yang kedua speech delay, Alhamdulillah setelah diperiksa anaknya memang kategori pendiam, sampai sekarang remaja juga gitu :)
    Postingannya lengkap, jadi tahu bagaimana tips dan triknya. Thanks ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oya kah? Tapi syukur semua baik2 aja ya mba
      Trims yaa udah berkunjung 😊🙏🏻

      Hapus
  18. Lengkap dan rapii sekali tulisannya mbak, salam kenal..terima kasih sharingnya, ya ^^. Semangat yaa mike terapinyaa.. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam kenal kembali, amiin
      Trims yaa mba udah berkunjung 😊🙏🏻

      Hapus
  19. Semoga perkembangannya makin bagus ya Mike.
    Semoga pas ulang tahun ke 3 nanti udah bisa nyanyiin lagu selamat ulang tahun

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin amin mba
      Trims yaa udah berkunjung 😊🙏🏻

      Hapus
  20. ada lho mbak teman saya yang punya anak sampai lima tahun gak bisa bicara, tapi dia gak pernah periksa dipikir memang belum bisa aja. Alhamdulillah saat masuk SD bisa bicara, duh saya jadi bayangkan bagaimana kalau sampau gak bisa bicara beneran ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oya? Was was juga ya kalo gitu, tapi untungnya pas sekolah udah bisa bicara ya, syukur banget
      Trims ya udah berkunjung 😊🙏🏻

      Hapus
  21. Wah, pengetahuan bagus nih. Baru tahu kalau ada istilah speech delay

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa mba speech delay alias terlambat bicara 😊 Trims yaa udah berkunjung 🙏🏻

      Hapus
  22. Semangat ya Mike...
    Tulisan mba Inge lengkap dan informatif sekali. Salam kenal ya mba. Saya juga orang Jogja yang sedang "terdampar" di Makassar. Hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam kenal kembali mba 😊 Oyaa? Tapi saya awal taun ini udah ga di makassar lagi mba hehe
      Trima kasih yaa mba udah berkunjung 😊🙏🏻

      Hapus
  23. Semoga makin lancar bicaranya ya Mike.
    jadi selain terapi, ortu pun juga harus banyak2 menstimulasi ya mbak Inge. Terima kasih sharingnya yaaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa betul sekali mba. Amiiin, trims yaa mba udah berkunjung 😊🙏🏻

      Hapus
  24. Wajah..nice bgt infonya����
    Terima kasih banyak ya mba����

    BalasHapus
  25. Semangat mbaaak. Salam buat anaknya. Tulisannya komplit. Makasih sharenya mbak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amiiin, trims yaa mba udah berkunjung 😊🙏🏻

      Hapus
  26. Anak ku sempet speech delay juga mom dan betul stimulasi yg mom share tsb juga aku lakukan dan puji tuhan skrg 28bulan mulai bisa merangkai 1 kalimat..keep fightin mike!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oyaa? Syukurlahh
      Amiiin, semoga Mike juga segera menyusul yaa
      Trims udah berkunjung mba 😊🙏🏻

      Hapus
  27. Hi mba, thanks a lot buat tulisannya, anak saya juga seperti Mike, speech delay, saat ini saya sedang bawa dia ke therapist anak. Lihat video Mike saat di terapi sikat gigi enak banget ya, nurut.. anak saja menangis sekuat-kuatnya dan bergerak terus jadi saya nga pernah berhasil terapi sikat gigi itu mba. Mba punya advise buat saya? kadang saya merasa sedih sekali :-(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama2 mba..awal-awal mike juga berontak kok mba. Biasanya mike saya tidurkan di kasur, lalu saya ada di atas mike setengah duduk, tangan dan kakinya mike saya jepit pake kaki saya. Jadi dia ga bisa gerak. Memang harus tega mba.
      Awal-awal nangis gpp, nanti lama-lama dia akan terbiasa kok. Sambil kasih tau, kita sikat gigi dan pijat dulu ya, biar tambah pinter. Gitu mba :)
      Semangat yaa

      Hapus