SOCIAL MEDIA

Kamis, 22 Maret 2018

My Healthy Life Begins at Thirty


Nggak terasa bulan ini saya udah berumur 3 dekade. Iya, 30 tahun maksudnya. Eh tapi saya ultah nya nggak hari ini kok, udah 2 mingguan yang lalu, hahaha. Kalau orang baru ketemu saya pertama kali, biasanya akan bertanya, "Sekolah di mana?" . Saya harus gimana kalau kayak gini? Mau seneng apa sedih?

Di satu sisi saya seneng bahwa ternyata saya tampak awet muda, hahaha. Terima kasih untuk pipi yang tembem dan badan yang mungil ini ya Tuhan. Tapi, di satu sisi ada rasa sedih juga. Bahwa di usia dimana wanita terlihat matang, saya masih terlihat kekanak-kanakan.

Untungnya, saya nggak pernah merasa insecure soal fisik. Bahkan, walaupun saya dan suami cukup sering dibikin bahan bercandaan karena tinggi badan kami yang njomplang bagaikan langit dan bumi, saya woles aja. Saya udah bersyukur dikasih badan yang sehat dan anggota tubuh yang lengkap.


Biasanya, saya lebih insecure tentang pencapaian saya dalam hidup dan mulai membanding-bandingkan diri saya dengan orang lain. Iya, saya tahu ini salah jadi jangan ditiru ya.

Kalau ngeliat temen-temen sebaya, kadang saya merasa kecil. Banyak dari temen saya yang udah jadi "orang". Ada yang sukses di bidang kuliner, ada yang jadi designer, fotografer, wanita karir, dll. Saya kagum karena mereka punya skill dan udah menghasilkan karya yang nyata. Sedangkan saya?

Saya cuma seorang IRT yang banyak kekurangan disana sini. I'm not a good housewife. Semakin sering melihat keluar saya makin membandingkan diri saya dengan IRT lain.

Pencapaian apa sih yang udah saya lakukan di usia 30 tahun ini? Skill memasak nggak punya, skill menjahit ala kadarnya, dan masih banyak lagi alasan kalau saya mau mengeluh.

Terlalu sibuk membandingkan dengan orang lain, saya lupa, bahwa dengan skill memasak yang seadanya, anak-anak saya makan dengan gembira. Dengan kedua tangan saya ini, saya telah mampu membesarkan kedua titipan Tuhan hingga mereka sehat dan aktif seperti sekarang. Bukankah itu hal yang patut disyukuri?

Saya jarang banget bilang "semoga panjang umur" kalau mengucapkan selamat ulang tahun. Karena umur itu rahasia Tuhan. Pagi ini kita sehat, bisa jadi malamnya kita dipanggil Tuhan. Tapi kalau boleh saya membuat satu permohonan, maka saya akan meminta diberi umur panjang. Minimal sampai anak-anak udah bisa bertanggung jawab dengan pilihan hidupnya.

Oleh karena itu, di usia 30 tahun ini saya pengen membuat janji sama diri saya sendiri akan hidup lebih sehat dibanding diri saya yang kemarin.

Sejak kecil saya adalah penggemar mie instan. Hampir tiap hari, siang sepulang sekolah saya selalu minta dibuatkan mie instan. Bahkan pernah sampai punya stok 1 kardus mie instan, hahaha. Jangan ditiru yaa.

Seinget saya peringatan bahwa mie instan nggak sehat itu belum terlalu ramai kayak sekarang. Jadi dulu saya woles aja makan mie instan hampir tiap hari. Dan kebiasaan itu berlanjut sampai sekarang. Tapi frekuensi nya udah berkurang jadi seminggu sekali atau dua kali lah, hahaha.

Berkali-kali saya berjanji sama diri saya sendiri nggak mau makan mie instan lagi, tapi akhirnya selalu gagal. Godaan mie instan terlalu dahsyat. Apalagi kalau malem di atas jam 9 masih nonton tv atau maen hp pasti cacing di perut memanggil-manggil minta dibikinin mie instan.

So, as a promise to myself, mulai bulan ini saya nggak mau makan mie instan lagi. Doakan semoga bertahan sampai seterusnya yaa, hahaha.

Sejauh ini saya udah nggak makan mie instan selama 3 minggu. Anehnya, saya juga nggak kepengen tuh. Biasanya saya selalu punya stok 2-3 bungkus, tapi kali ini enggak.

Jadi, sekarang kalau saya laper malem-malem gimana? Makan roti atau bikin oatmeal, hehe.

Di usia ini saya merasa perlu membatasi diri mengkonsumsi makanan yang nggak sehat karena udah masuk usia 30 tahun. Usia dimana metabolisme tubuh udah mulai menurun. Badan udah nggak se fit dulu, gampang capek, apalagi nggak pernah olahraga.

Saya sebenernya suka olahraga, tapi saat ini nggak waktu ada waktu. Anak-anak masih belum mandiri soalnya. Doakan yaa semoga 2 atau 3 tahun lagi pas anak-anak udah sekolah, saya bisa pakai waktu luangnya buat olahraga, hehe.

Inti dari tulisan ini adalah yuk stop membandingkan diri dengan orang lain. Kadang kita terlalu asik melihat 'ladang' orang lain yang tampak lebih hijau, dan tanpa kita sadari ‘ladang' kita ternyata menghasilkan benih yang tak kalah hebatnya.

This is also a reminder to myself to be more grateful day by day.

Dan jangan lupa mulai hidup sehat sejak dini ya. Karena sehat itu mahaaal harganya. ❤️



Tidak ada komentar :

Posting Komentar