SOCIAL MEDIA

Minggu, 13 Mei 2018

Mike’s Speech Delay Update

Setelah beberapa bulan lalu aku sempat menulis tentang speech delay yang dialami Mike, kali ini aku akan update perkembangan speech delay Mike udah sampai dimana. Buat yang belum pernah baca, singkatnya Mike dulu umur 21 bulan didiagnosa speech delay dan sempat ikut terapi wicara juga. Tulisan lengkapnya bisa kalian baca di sini supaya nanti bisa nyambung dengan apa yang akan aku tulis di bawah ini.

Jadi setelah ngejalanin terapi wicara di klinik maupun di rumah, kira-kira umur 2 tahun Mike baru bisa bilang “Mami” for the first time of his life. Nah, sekarang udah setahun kan ya sejak Mike bisa panggil aku mami. Sampai saat ini ada banyak kemajuan yang dialami Mike. Prosesnya tentu nggak mudah tapi aku sebagai ibu juga nggak ngoyo amat.

Sejak Mike bisa panggil mami, aku tetep rutin pijat area mulut dan main kartu tiap hari. Kalau dihitung-hitung mungkin sekitar 6 bulan ya aku lakuin terapi sendiri di rumah, habis itu aku stop karena aku males, lol.

Soalnya dalam waktu 6 bulan Mike udah bisa ngomong banyak kosa kata sih, yang aku lupa persisnya apa aja. Jadi aku pikir tinggal sering ajakin dia ngobrol aja biar nambah kosa katanya. 

So, selama 6-8 bulan terakhir ini aku cuma rutin ajak ngobrol, bacain cerita sebelum tidur malam, dan nyanyi lagu anak-anak tiap hari. Bonusnya, mamak jadi belajar dan inget-inget lagi lagu anak-anak. Kadang kalau aku lagi capek, aku puterin aja lagu anak-anak di youtube. Soalnya biasanya sekali dinyanyiin terus minta diulang-ulang lagi. #mamaklelah

Hasilnya, kira-kira waktu Mike mau ulang tahun ke 3 bulan Maret kemarin, dia udah bisa merangkai kalimat 2-3 kata. Yeayy! Great job Mike! Kalau sekarang sih dia udah bisa merangkai kalimat 3-4 kata, walaupun intonasinya belum sebagus anak-anak seumuran dia. But it’s ok karena dia udah mengalami banyak kemajuan.

Kalau ditanya tipsnya apa, jujur nggak ada tipsnya. Kuncinya cuma dua, sabar dan konsisten. Aku dulu pernah berada di titik yang bener-bener gemes, kapan nih anak bisa ngomong. Bayangkan, butuh waktu setahun buat Mike untuk bisa merangkai kata menjadi kalimat. Nggak mudah memang, namanya juga proses, mana ada yang enak.

Kalau dibilang seneng ya pasti seneng lah, dan lega, akhirnya kamu bisa ngomong juga nak. Bentar lagi Mike juga mau sekolah, pasti nanti dia akan lebih pinter lagi. Kekhawatiran yang dulu pernah ada, bingung dan takut kalau ada yang nggak beres sama Mike, sekarang udah sirna.

Nah, beberapa waktu lalu aku sempat dapet DM di Instagram dari 2 orang ibu yang anaknya juga mengalami speech delay. Intinya sih mereka khawatir dengan kondisi anaknya, apakah perlu terapi wicara, kira-kira penyebabnya apa, dll.

Aku bisa merasakan apa yang mereka rasakan karena aku dulu juga pernah ada di posisi mereka. Aku sempat merasa bersalah bahwa aku tidak bisa menjadi ibu yang baik untuk anakku. Aku dulu juga sempat merasa khawatir kalau ada sesuatu yang nggak beres sama Mike. Sampai aku browsing ciri-ciri anak autis dan adhd, saking aku mikir yang nggak-nggak.

Tapi sejujurnya jauh dalam lubuk hatiku aku yakin banget Mike ini anak normal, karena dia kalau dipanggil namanya juga noleh. Nggak ada sesuatu yang aneh sama dia, cuma memang anaknya aktif banget. Dan terbukti memang hasil diagnosa dokter, Mike cuma terlambat bicara aja dan bisa diatasi dengan terapi wicara.

Pada akhirnya, memang hanya ibu yang tahu persis kondisi anaknya. Kalau kita yakin anak kita nggak apa-apa, ya udah jangan mikir yang aneh-aneh. Kadang-kadang komentar atau kekhawatiran orang lain yang berlebihan malah justru tambah memperkeruh keadaan.

Karena aku juga tipe ibu yang nyantai, aku nggak terlalu memikirkan target Mike harus bisa lancar ngomong umur sekian. Makanya setelah aku pindah ke Sidoarjo pun aku nggak cari klinik terapi wicara. Aku cuma berbekal apa yang udah diajarin di klinik terapi wicara di Jogja, yang mereka bilang bisa aku lakuin sendiri di rumah. 

Jadi buat ibu-ibu yang anaknya mengalami speech delay, kalau memang belum pernah cek ke dokter tumbuh kembang, silakan cek dan konsultasi kondisi anak kalian untuk memastikan apakah memang murni hanya speech delay atau ada kondisi lain yang menyebabkan speech delay. 

Kita sebagai ibu adalah yang paling tahu anak kita seperti apa. Percaya diri aja dan konsisten melakukan apa yang terbaik untuk anak kita. Menerima saran dari orang lain itu boleh banget, tapi keputusan kita lah yang akhirnya menentukan apa yang terbaik untuk anak kita. 

Semangat yaa! Kalau kalian membaca ini, ingatlah bahwa kalian nggak sendirian. 












Tidak ada komentar :

Posting Komentar